Sabtu, 17 April 2010

MEREKA,, sahabat- sahabat terbaik saya ^o^




. . .
Sedikit kutipan kata-kata sederhana tentang SAHABAT:
Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan.
Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita,
kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita..
Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda,
dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati..
Setiap orang mungkin bisa mendengar yang Anda katakan,
tetapi sedikit sekali yang betul-betul mendengarkan,
dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan..
Dan dengannya dia memberikan - bahkan yang tidak Anda minta.
. . .
yaa,,
ini cerita tentang tentang sahabat-sahabat terbaik saya..
-LOY-
Dia ini nona paling cerewet diantara kita ber4 -aku,, mizz,, vita,, loy-
dengan sifak dasar kekanak2an,, dy hebat dengan bisa nempatin diri ditempat lain yang berbeda (baca: bisa serius dan dewasa juga),,hhehe
Nona satu ini,, paling bisa menenangkan aku,, dengan pelukannya.
Jawaban-jawabannya buat pertanyaan ku yang seringkali sama -cinta kampret nan nyusahin-
hhehe..
walau awal kenal 4 taon lau,, dy manja banget *masi sering disuapin*,,
sekarang nona satu ini uda berubah..
uda jadi asDos,, dan dy yang SKRIPSInya kelar duluan dari kita2.. *kagum banget ama ketekunanmu sayy :))*
semoga ke arah hub. yg terus positif,, dy sekarang uda jadi milik se2oarang,, yang dy sayang banget -yafis-

-VITA-
semua orang bakal iri kalo liat mukanya yang babyface dan innocent,, dan ga bakal nyangka kalo dy paling tua diantara kitaa (ahhaha,, maap ta >.<)
sesuai umur,, paling dewasa di antara kita. kata2nya juga bijaksana..
dy ini hobi banget ngemil,, doyan minum susu,, trus suka make-up..
sayang banget sama dy. di antara kesibukannya yang bejibun, dy masi sempetin dengerin aku yang curhat mewek tengah malem, padahal dy sendiri ngantuk hebohh..
maap ya ta',, uda ngrepotin.. >.<

-TAUFAN-
i call him phang.. dung-dung, ophang :))
my best @campus. dy yang kata anak2 punya tampang kaya irwansyahh.. *hiyy,, i'm not agree* hhaha
mas ophang ini,,
keliatannya aja suka ngupil, konyol, ngata2in anak2 ga kira2,, dan obrolannya ga penting.
sering banget terbelit di antara urusan *cinta-cintaan*
diantara kegejeannya itu, aku suka kemampuannya berbicara didepan umum.
ga penah keliatan nerpes..
walo dy sukanya anget2 tai ayam,, alisa semgat didepan doang,, tapi dy juga oke bisa jadi ketua BIMBASI dikampus..
hm..
aku suka gayanya waktu minta maaf ke aku *i like ur es grim style boi,, sering2 yaa*
hhaha :D :D
walo dy ga pernah oke -jadi pendengar yang baik-,, tapi setidaknya dy bisa menghibur dengan guyonan2 konyolnyaa,, :D
*bakat pelawak lo phang* XD

-FAHMI-
oR mimi, i call him.
nah ini orang dewasa banget *secara,, udha agak2 uzur,, wkwk*..
dy calon ORANG HEBAT menurutku.
pekerja keras, penyayang keluarga,,
Jabatan terhormatnya -ketua BEMJ- juga ga bikin dy meninggalkan kebersamaannya dengan kitaa..
*jatoh2nyaa, kita yang disuruh bantuin dy*. :p
walo sering ragu2 untuk nentuin pilihan hatinya,, tapi dy cukup cerdas dalam mengelola kehidupan cintanya *u know what i means bOiii* hhehe
thanks untuk pernah ga malu,, diliatin orang nemenin aku nangis ditangga.. :))

-MIZZ-
dia ini nona yang gampang banget terharu dan jatohin air matanya bahkan untuk hal-hal yang menurut kita bysa aja..
tapi itulah uniknya dy..
pecinta berat lee donk wook ini,, agak2 ga paham soal cinta-mencinta.
Kehadiran seseorang yang -Notabene aku rasa ga gantle tapi dy syang banget- ini,, lumayan bikin dy belajar sedikit dewasa..
si doyann begadang inilah,, yang co2k nemenin aku waktu ga bisa tidur malem2..
cerita ga penting,, ampe ketiduran..
kata2 favoritnya *kamu melindungiku dengan selimut biru dongkermu dhep* wkwk :p

Sahabat-sahabatku..
yang selalu dukung aku disaat aku merasa sendiri..
walo terkadang ga dipungkiri juga,, pertengkaran2 kecil tetep jadi warna..
tapi aku bersyukur, Tuhan menghadirkan kalian di dalam idupku..
yang ga pernah bosan dengar cerita-cerita ga pentingku..
yang selelu meminjamkan bahu waktu aku menangis..
yang menemani suka juga dukaku..
semoga,, kita bisa terus berkawan hingaa akhir hayat nanti..

-merindukan kamu, malam ini saja-


Tuhan,, aku merindukannya hari ini...
yaa,, dia. dengan nama kecilnya dihatiku *cungkring*
tiba2 saja ia terlintas dalam pikiranku,,
-well,, walo sebenarnya ga pernah terhapuskan-

hari itu,,
saat tiba2 rasanya nyesek,, bedasar jarak yang membuatku terpisah dengan seorang kawan hanya karena gosip aku suka dia *OMG* >.<,, komunikasi intens itu terjadi. dan aku sendiri tak pernah menyadari,, di situlah awal perasaan maha hebat aneh ini terjadi.. yaa,, saya menyayangi kamu..



yaa,,

yang pernah tidak bisa aku gambarkan -betapa aku bersyukur pernah ada kamu dihidupku-
kamu..
yang bisa bersabar menghadapi aku yang kadang-kadang menggila..
yang masi saja tenang walo emosiku meledak-ledak, bentak-bentak dan marahin kamu..
yang selalu jadi orang pertama yang pengen aku kasi tahu sedih dan senangku..
yang masi aja sabar baca dan bales smsku walo mungkin isinya sama sekali ga penting..
yang selalu bisa memahami perasaanku yang ga jelas..
yang selalu bisa memaafkan saat aku menginkari janjiku *lagi2*..

dan,, aku tahu..
kamu menjagaku dengan caramu, walau kadang ga berterima di hatiku..
kamu yang membantu aku dengan caramu untuk berada diposisi yang seharusnya, dengan ga bikin perasaanku terbang melayang cuma gara-gara ngabulin permintaan konyolku..

dan,, aku tahu..
keadaan telah berubah.
-dan semua ga akan bisa kembali ke keadaan semula-
tapi,, diantara semua kegalauan ini,,
perasaan tak berterima..
aku hanya ingin bilang AKU MERINDUKANMU

yaa,, AKU MERINDUKANMU
aku rindu tawamu,,
aku rindu guyonan cerdasmu,,
aku rindu ejekan2mu,,
aku rindu gaya tulisan full emotmu yang mesti bikin aku senyum,,
aku rindu penolakan2mu..
aku rindu sms2 lucumu..
aku rindu kita bahas hal2 yang sama sekali ga penting..
aku rindu melewati jalan itu sama2,, dengan jalan kaki..
aku rindu kamu yg selalu bertingkah konyol tiap aku curhat cerita sedih..
aku rindu kata2mu yang setinggi langit itu..
aku rindu ke-narsisan-mu..
aku rindu caramu menjawab tanyaku..
aku rindu melihatmu diantara hujan,, dengan kaos putihmu..
aku rindu melihat punggungmu dari belakang..
aku rindu melihat ekspresimu yang kadang2 keliatan bego itu..
aku rindu pertengkaran2 kecil kita..
aku rindu kita saling mengejek band favorit kita..
aku rindu kita yang ga penah sepaham soal -keperfeksionisan-
aku rindu kamu..
yaa,, aku merindukan semuanya..

dan,,
bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu?
kalo nyatanya aku tak pernah menggenggammu.. :)
kamu,
yang aku sayangi dengan sederhana..
dan yang akan selalu aku doakan untuk kebaikan juga kebahagiaannya..


dan,, ketika nanti jarak dan waktu ini memisahkan kita.. akankah semua menjadi lebih baik?? aku telah memilih.. kamu pun telah memilih.. dan aku menghargai pilihanku juga pilihanmu..
cungkring,, adakah kamu merasakannya??
aku tahu, Tuhan mengirimu bukan sebagai -orang yang kau cintai-,, tetapi sebagai -teman terbaik-
sisa waktu ini,, aku ga ingin ada kenangan yang menyedihkan lagi..
aku ingin mengenangmu dengan hati bahagia suatu saat nanti..

yaa,, aku merindukanmu, malam ini saja.. ^__^

Jumat, 16 April 2010

Olala,, saya juga pengen liat M.E.T.E.O.R



...
METEOR = BINTANG ??
2 hari ini orang-orang pada ngomongin * mau ada hujan meteor lhoo*
hmm,,sebelumnya diantara ke-dongo-an saya..
*meteor jatuh= bintang jatuh??*
hwekeke..

pengen banget,, sekali saja..
liat bintang jatuhh..
trus nyoba 1 mitos populer sepnjang hayat..
*SAPA YANG NUTUP MATA, TRUS MENGUCAPKAN KEINGINANNYA PAS BINTANG JATUH,, KEINGINANNYA BAKAL TERKABUL*
hweekeke..

akhir2 ini..
sedang ingin ada keajaiban untuk kuu..
pengen dikasi 1ton kekuatan tambahan,,
biar bisa ngelewatin krisis,, -kulyah, teman, kepercayaan-
yaaa..
saya pengen liat BINTANG JATUH *bukan METEOR JATUH*

-wanita yang diCINTAI suamiku-

. . .
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku.
Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic. Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.


Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu. Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS,karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha,temannya Mario saat dulu kuliah.


Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.


Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya.


Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan. Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya," Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh. dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan.. aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.


Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?" Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,



Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami.

Itu yang aku rasakan. Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bias melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.

Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.


yours,
Mario


Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.


Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku.

Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.


Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.


**********

Setahun kemudian.

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.


"Mario, suamiku.. Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku...


Ternyata aku keliru.. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario. Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"


Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya. Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Rima"




Di surat yang lain,

"...Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha.."



Disurat yang kesekian,

"...Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah... Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya...."

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya. dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.



Disurat terakhir, pagi ini.

"......Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor. Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.


Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?..."



Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi.. aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.." Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya Meisha ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ? Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku..


Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario



Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

:disadur dari note seorang sahabat,, juga merupakan catatan singkat karya Adi Murvianto:

*seLagi adha waktu,, CintaiLah orang yg adha disisi anda. Karena kita tak penah benar-benar bisa menyadari,, kapan ia akan pergi..*
^__^

Kamis, 15 April 2010

mereka bilang *teman*

T.E.M.A.N
apa sebenarnya yang bisa didefinisikan tentang teman??
yang ada disisi kita saat kita bahagia??
saat kita sedih??

tapi,,
bisakah juga dianalogikan seperti ini:
*saat saya sedih,, saya ingat kamu. saat senang,, saya abaikan kamu*
hhehe. ironis sekalii yaa >.<

sederhana saja..
bukan kekayaan,, kesederajatan,, bentuk tubuh yg sama,, warna kulit yang sama,, atau tingkat kecerdasa yang sama..

buat saya,,
kata teman itu didefinisikan dengan *KETULUSAN*
saat kita sama-sama saling melindungi,,
menjaga,,
saat kita bisa tertawa bahkan menangis bersama..
saat kita berbagi,, walau ga ada yang bisa dibagi..
kita yang saling menopang dalam keadaan apapun..
saat kita bisa saling mengerti perasaan tanpa perlu banyak berkata-kata.
以心伝心

じゃ、みんな。。。
jaga dan sayangi siapapun disekitar kita,,
walau mungkin,, kita atau ia tidak -berteman-
^__^